Rabu, 05 Maret 2014

RAHASIA LAPAR

Kiranya anda perlu mengetahui rahasia lapar yang begitu besar dalam huungannya dengan jalan menuju akhirat. Ketahuila, bahwa lapar memiliki banyak manfaat, tetapi pada prinsipnya manfaat lapar itu, setidaknya ada tujuh, yaitu :
1. Menjerinihkan hati dan menajamkan penglihatannya, karen kenyang menyebabkan kedunguan dan membutakan hati.
Nabi Saw. Bersebda :

"Barangsiapa menjadikan perutnya lapar, maka pikirannya menjadi hebat dan hatinya menjadi cerdas."

kiranya telah jelas. Bahwa kunci kebahagiaan adalah ma'rifat. Sementara kema'rifatan tidak akan tercapai, kecuali dengan kejernihan hati. Itulah sebabnya, maka lapar dapat mengetul pintu syurga. Nabi Saw bersabda kepada Aisyah r.a : "seringlah mengetuk pintu syurga, niscaya akan dibukakan untukmu. Aisyah bertanya, bagaimana caranya kami membiasakan mengetuknya ? Nabi Saw, menjawab. Dengan lapar dan dahaga."

2. Kepekaan dan kelembutan hati, sehingga dia dapat merasakan kenikmatan bermunajat dan mudah tersentuh oleh zikir dan ibadah. Imam Al-junaid berkata: " salah seorang di antara kalian akan merasakan manisnya bermunajar, bila mampu mengosongkan antara diri dan hatinya dari kerakusan makan."

bukan hal yang samar lagi bagi anda, bahwa kondisi hati, sepeerti rasa cemas dan takut, kelembutan, munajat , dan melemburnya hati oleh wibawah Allah, merupakan kunci-kunci pembuka pintu surga, seklipun diatas masij ada pintu ma'rifat dan lapar sebagai pengetuk pintu itu.

3. Kerendahan hati serta lenyapnya kesombongan dan kezaliman yang ada didalamnya. Tidak ada sesuaty yang dapat mematahkan nafsu melebihi rasa lapar. Kezaliman menyebabkan lupa kepada Allah Ta'ala dan menjadi pintu gerbang menuju neraka jahim dan sumber kesengsaraan, sedangkan lapar akan menutup pintu ini. Dengan tertutupnya pintu kesengsaraan berarti pintu kebaikan menjadi terbuka. Itulah sebabnya ketika Nabi Saw. Ditawari harta benda duniawi, beliau menjawab :
" tidak, aku ingin lapar sehari dan kenyang sehari. Bila sedang lapar, aku menjadi sabar dan khusyuk. Bila sedang kenyang, aku bersyukur."

4. Ujian atau cobaan, yang baik ataupun buruk itu, termasuk pintu-pintu menuju surga. Karena didalamnya dapat disaksikan rasanya siksaan, sehingga dengan itu semakin besar rasa takut terhadap siksaan akhirat. Manusia tidak dapat menyiksa dirinya sendiri dengan sesuatu sepeerti rasa lapar, karena ia tidak perlu bersusah payah untuk melakukannya. Disamping itu, rasa lapar juga terkait dangan manfaat-manfaat lain. Sehingga ia akan selalu menyaksikan ujian Allah Ta'ala secara terus menerus.

5. Mematahkan nafsu syahwat yang mendorong untuk melakukan maksiat. Ini merupakan manfaat yang paling besar dari rasa lapar. Lapar akan mampu menguasai nafsu yang cendurung mengajak pada perbuatan buruk serta mematahkan keinginan-keinginan lain yang menjadi sumber maksiat.

Ali r.a berkata : "tidaklah aku merasa kenyang sama sekali,malainkan aku berbuat maksiat atau ingin melakukannya."

Aisyah r.a berkata :" Bid'ah pertama yang terjadi setelah Rasulullah Saw wafat adalah rasa kenyang. Sesungguhnya bila perut kenyang, maka nafsu mereka akan tergiur kepada kesenangan duniawi."

6. Meringankan badan untuk melakukan shala tahajjud dan ibadah, hilangnya keinginan tidur yang dapat mencegah ibadah. Salah satu modal kebahagiaan adalah umur. Banyak tidur berarti mengurangi umur, karena mencegah diri dari ibadah. Pada prinsipnya banyak makan, menjadi penyebab banyaknya tidur.

Abu Sulaiman Ad-Darani berkata: 'barangsiapa merasa kenyang, maka akan timbul enam macam akibat negatif, yaitu : hilangnnya kenikmatan ibadah, tak akan dapat mempertahankan hikmah, terhalangnya rasa sayang kepada sesama mahkluk, karena ketika seseorang merasa kenyang ia menganggap semua orang kenyang; berat melakukan ibadah; keinginan nafsu semakin meningkat; dan ketika orang-orang mukmin berjalan menuju mesjid ia malah berjalan menuju tempat sampah yang hina.

7. Beban biaya hidup menjadi ringan dan sikap qanaLah atau merasa puas dengan harta dunia yang dimilikinya sekalipun hanya sedikit, dan memungkinkan timbulnya sikap lebih suka memilih kemiskinan. Karena barang siapa yang yterbebas dari keserakahan nafsu perutnya, ia tidak memerlukan harta yang banyak. Sehingga eruwetan dan kesusahan memikirkan urusan dunia, menjadi sirna. Bila ia ingin berhutang hanya untuk memenuhi keinginan nafsu perutnya, maka ia akan berhutang pada dirinya sendiri, maka akan lebih baik meninggalkan keinginan syahwatnya. Pernah dikatakan kepada Ibrahim bin Adham rahimahullah mengenai suatu barang yang mahal harganya, maka Ibrahim menjawab: "ringankan diri kamu dengan membersihkan diri daripadanya."

waallahu alam bisawaf

ahlan wah sahlan
terima kasih telah berkunjung

"SEMOGA BERMANFAAT"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar