Jumat, 28 Februari 2014

NILAI NIKMAT DAPAT DIKETAHUI SETELAH NIKMAT ITU HILANG.

SIAPA YANG TIDAK MENGENAL HARGA NIKMAT KETIKA ADANYA NIKMAT ITU, MAKA IA AKAN MENGETAHUI HARGA KEBESARAN NIKMAT SETELAH TIDAK ADANYA (LENYAP).

Sariy As-saqathy berkata: "siapa yang tidak menghargai nikmat, maka akan dicabut nikmat itu dalam keadaan yang ia tidak mengetahui.

Al-Fudhail nin Iyadh ra. Berkata : tetaplah mensyukuri nikmat, sebab jarang sekali nikmat yang telah hilang datang kembali. Sesungguhnya yang sangat mengetahui nikmat air itu hanya orang yang benar benar haus.

Rasulullah Saw. Bersabda : jika seorang melihat pada orang yang lebih daripadanya kekayaan dan sehatnya, maka hendaknya juga melihat kepada orang yang lebih menderita daripadanya. Dalam riwayat lain Rasulullah Saw. Bersabda : Lihatlah kepada orangKorang yang di bawahmu, dan jangan melihat pada orang yang di atasmu, maka yang demikian itu lebih tepat untuk tidak diremehkan nikmat yang di berikan Allah kepadamu.

Orang yang bahagia (beruntung) ialah yang dapat mengambil pengertian dengan pengalaman (kejadian) yang terjadi pada orang lain. Ada suatu hikmah yang berbunyi : "siapa yang tidak mensyukuri nikmat berarti membiarkannya hilang, dan siapa yang mensyukuri berarti telah mengikat nikmat itu dengan tali ikatnya.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar